Biarlah Perbedaan Menciptakan Perdamaian Karena Perbedaan adalah Rahmat Allah Berdasarkan Pemikiran S. Mark Heim

Penulis

  • Wendy Kristian Universitas Kristen Duta Wacana

Kata Kunci:

difference, peace, mercy of God, perbedaan, perdamaian, rahmat Allah

Abstrak

Abstract

The issue of religion is still a crucial issue, so it needs to be addressed theologically and practically. Departing from the strong superiority of religion, religious issues can raise problems between religious believers. The arrogance of Christianity in seeking who is truer and who gets salvation in this world is often a problem. Therefore, this paper raises Heim's thoughts with his Trinitarian concept, in order to balance the teeter-totter between the universality of God and the particularity of Jesus, so that in the dialogue of religions, Christians do not have to leave what they believe in in order to have a dialogue. Heim also emphasized the differences in each religion which is not only a matter of language, but basically the religions of their origins are already different, so there is no need to force them to unite. The differences that exist can create peace, because nothing should be highlighted from the differences, and that is a manifestation of Allah's grace to be well accepted by the believers.

Abstrak

Isu agama merupakan isu yang masih krusial, sehingga perlu untuk disikapi secara teologis dan praktis. Berangkat dari superioritas agama yang kuat, isu agama dapat memunculkan permasalahan antar umat beragama. Adanya arogansi dari kekristenan dalam mencari siapa yang lebih benar dan siapa yang beroleh keselamatan di dunia ini pun seringkali menjadi persoalan. Oleh karena itu, tulisan ini mengangkat pemikiran Heim dengan konsep Trinitariannya, agar dapat menyeimbangkan papan jungkat-jungkit antara universalitas Allah dan partikularitas Yesus, supaya dalam dialog agama-agama, orang Kristen tidak harus meninggalkan yang diyakininya agar dapat berdialog. Heim juga menekankan pada perbedaan tiap-tiap agama yang bukan hanya pada soal bahasa, tetapi pada dasarnya agama dari asalnya memang sudah berbeda, jadi tidak perlu memaksa untuk menyatukannya. Perbedaan yang ada dapat menciptakan perdamaian, karena seharusnya tidak ada yang ditonjolkan dari berbagai perbedaan, dan itulah wujud dari rahmat Allah  untuk dapat diterima dengan baik bagi penganut agama.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-12-01